Harga Saham PT.Wijaya Karya (persero) Tbk, 2016 - 2017

Harga Saham
PT.Wijaya Karya (persero) Tbk, 2016 - 2017


Disusun Oleh: Fitria Anisyah
NPM : 1601270036
Kelas: Perbankan Syariah 6A Pagi
M.K: Pasar Modal Syariah
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
FAKULTAS AGAMA ISLAM
T.A 2019


BAB I
PENDAHULUAN

Profil Jakarta Islamic Index (JII)
Jakarta Islamic index (JII) adalah index saham syariah yang pertama kali diluncurkan di pasar modal Indonesia pada tanggal 3 juli 2000. Konstituen JII hanya terdiri dari 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI sama seperti ISSI, review saham syariah yang menjadi konstituen JII dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun, mei dan November, mengikuti jadwal review DES oleh OJK.
BEI menentukan dan melakukan seleksi saham syariah yang menjadi konstituen JII. Adapun kriteria likuditas yang digunakan dalam menyeleksi 30 saham syariah yang menjadi konstituen JII adalah sebagai berikut:
1.       Saham syariah yang masuk dalam konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) telah tercatat selama 6 bulan terakhir.
2.       Dipilih 60 saham berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar tertinggi selama 1 tahun terakhir.
3.       Dari 60 saham tersebut, kemudian dipilih 30 saham berdasarkan rata-rata nilai transaksi harian di pasar regular tertinggi.
4.       30 saham yang tersisa merupakan saham terpilih.
Tujuan pembentukan JII adalah untuk meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi pada saham berbasis syariah dan memberikan manfaat bagi pemodal dalam menjalankan syariah Islam untuk melakukan investasi di bursa efek. JII juga diharapkan dapat mendukung proses transparansi dan akuntabilitas saham berbasis syariah di Indonesia. JII menjadi jawaban atas keinginan investor yang ingin berinvestasi sesuai syariah. Dengan kata lain, JII menjadi pemandu bagi investor yang ingin menanamkan dananya secara syariah tanpa takut tercampur dengan dana ribawi. Selain itu, JII menjadi tolak ukur kinerja (benchmark) dalam memilih portofolio saham yang halal.

Pemilihan Saham untuk Indeks
Penentuan kriteria dalam pemilihan saham dalam JII melibatkan Dewan Pengawas Syariah PT DIM. Saham-saham yang akan masuk ke JII harus melalui filter syariah terlebih dahulu. Berdasarkan arahan Dewan Pengawas Syariah PT DIM, ada 4 syarat yang harus dipenuhi agar saham-saham tersebut dapat masuk ke JII:
  1. Emiten tidak menjalankan usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.
  2. Bukan lembaga keuangan konvensional yang menerapkan sistem riba, termasuk perbankan dan asuransi konvensional.
  3. usaha yang dilakukan bukan memproduksi, mendistribusikan, dan memperdagangkan makanan/minuman yang haram
  4. tidak menjalankan usaha memproduksi, mendistribusikan, dan menyediakan barang/jasa yang merusak moral dan bersifat mudharat
Selain filter syariah, saham yang masuk ke dalam JII harus melalui beberapa proses penyaringan (filter) terhadap saham yang listing, yaitu:
1.       Memilih kumpulan saham dengan jenis usaha utama yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sudah tercatat lebih dari 3 bulan, kecuali termasuk dalam 10 kapitalisasi besar.
  1. Memilih saham berdasarkan laporan keuangan tahunan atau tengah tahun berakhir yang memiliki rasio Kewajiban terhadap Aktiva maksimal sebesar 90%.
  2. Memilih 60 saham dari susunan saham di atas berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar (market capitalization) terbesar selama 1 (satu) tahun terakhir.
  3. Memilih 30 saham dengan urutan berdasarkan tingkat likuiditas rata-rata nilai perdagangan reguler selama 1 (satu) tahun terakhir.
Profil Perusahaan Wijaya Karya Tbk,
Nama                           : Wijaya Karya Tbk
Didirikan                     : 29 Maret 1961
Alamat Kantor              : Jl.D.I Panjaitan Kav. 9 Jakarta 13340 Kotak Pos 4174/JKRT
Alamat Email              : adwijaya@wika.co.id
Telepon                       : 8192808; 8508640; 8508650
Faks                             : 8191235; 8199678
Situs                            : www.wika.co.id
Terdaftar di BEI         : 29 Oktober 2007
Kode BEI                   : WIKA
Sektor                          : Property, Real Estate and Building Construction
Sub Sektor                  : Building Construction

Perkembangan Go Public Perusahaan Wijaya Karya Tbk,
Perusahaan konstruksi yang satu ini menjadi salah satu perusahaan BUMN yang sahamnya Go Public pada 29 Oktober 2007 dengan kode WIKA. Harga saham ini ketika IPO dijual pada harga Rp 420 per lembar. Dari pantauan terakhir harga saham WIKA bertengger di kisaran Rp 1.940 per lembar, harganya tersebut tentu menunjukkan pergerakan saham ini cukup menjanjikan. Dilihat dari revenue yang dilaporkan terakhir, angkanya cenderung naik dari tahun ke tahun. Sama seperti Wijaya Karya, perusahaan BUMN ini dulunya merupakan perusahaan Belanda yang kemudian dinasionalisasi tahun 1960. Namanya yang semula NV Vis en Co. kemudian berganti menjadi Wijaya Karya. Banyak proyek yang dikerjakan perusahaan ini. Mulai dari pembangunan jalur double-track Manggarai, PLTGU Grati, hingga Jembatan Suramadu.
Sejak go public pada 2007, Wika mengalami banyak perubahan dan tumbuh pesat, baik kinerja finansial maupun non-finansialnya. Ditopang oleh keunggulan sumber daya manusia (SDM) dan faktor kepemimpinan (leadership) yang kuat, bisnis Wika tumbuh tinggi, rata-rata di atas 20% per tahun dan meluas ke berbagai bidang bisnis baru serta beroperasi di pasar internasional. Wika kini telah jauh berubah dari semula yang hanya sebagai perusahaan instalatur listrik dan pipa air, menjadi perusahaan jasa konstruksi dan investasi yang disegani.
Bagaimana Wika berhasil berkembang sedemikian rupa? Jawabannya adalah, karena Wika berani melakukan perubahan atau transformasi dari sisi visi, portofolio bisnis, wilayah pasar, segmen pasar, dan pengelolaan SDM.
Semua proses program transformasi Wika tersebut dijabarkan secara tuntas dalam buku Great People to Great Business: The Power of Intangible Assets. Judul buku tersebut terinspirasi dari karakteristik Wika yang sangat mengedepankan kekuatan SDM dan arah bisnisnya. Artinya, Wika memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan usahanya (corporate adaptability), dan tergolong perusahaan progresif dan berkelanjutan (sustain). Inilah yang dimaksud dengan great business Wika. Bersamaan dengan itu, Wika juga mampu memilih orang-orang yang tepat dalam mewujudkan arah bisnis yang ditujunya (Visi 2020). Orang yang tepat akan menghasilkan prestasi maksimal bagi perusahaan dan negaranya. Inilah yang dimaksud dengan great people. Di samping memiliki human capital sebagai intangible asset, Wika juga didukung oleh tangible asset berupa struktur keuangan yang kokoh dan pola kepemimpinan (leadership) yang mumpuni dari jajaran direksi dan komisaris. Dengan mengelompokkan usaha dalam lima pilar, yaitu industri, infrastruktur & gedung, energi & industrial plant, realti & properti, serta investasi, Wika melalui Visi 2020-nya menegaskan bahwa perseroan bertekad untuk menjadi salah satu perusahaan engineering, procurement and construction(EPC) dan investasi terbaik di Asia Tenggara.
BAB II
PEMBAHASAN
Tabel dan Grafik PT.Waskita Karya Tbk 2016 - 2017
Tabel Harga Saham PT.Waskita Karya Tbk, 2016
Bulan
Harga Terbuka
Harga Tertinggi
Harga Terendah
Harga Tertutup
Januari
1.675
1.775
2.290
2.550
Februari
1.760
2.000
2.120
2.550
Maret
1.930
2.045
2.560
2.620
April
2.020
2.395
2.380
2.620
Mei
2.400
2.660
2.670
2.790
Juni
2.530
2.580
2.490
2.770
Juli
2.520
2.860
2.360
2.550
Agustus
2.770
2.860
2.330
2.510
September
2.760
2.800
1.995
2.345
Oktober
2.640
2.740
1.880
2.005
November
2.620
2.620
1.725
1.930
Desember
2.550
2.650
1.615
1.735

Grafik Harga Saham PT.Waskita Karya Tbk, 2016



Tabel Harga Saham PT.Waskita Karya Tbk, 2017
Bulan
Harga Terbuka
Harga Tertinggi
Harga Terendah
Harga Tertutup
Januari
2.500
2.680
2.500
2..560
Februari
2.560
2.650
2.430
2.480
Maret
2.480
2.500
2.320
2.370
April
2.370
2.440
2.230
2.390
Mei
2.400
2.450
2.210
2.380
Juni
2.350
2.380
2.210
2.320
Juli
2.350
2.400
2.180
2.390
Agustus
2.390
2.390
2.210
2.220
September
2.220
2.230
1.775
1.775
Oktober
1.178
2.250
1.780
2.120
November
2.120
2.250
2.060
2.110
Desember
2.120
2.270
1.860
2.210

Grafik Harga Saham PT.Waskita Karya Tbk, 2017




BAB III
HASIL PENELITIAN
 Analisis Naik Turunnya Harga Saham PT.Wijaya Karya Tbk, 2016 – 2017
Saham PT.Wijaya Karya Tbk adalah perusahaan yang bergerak dibidang Konstruksi. Peningkatan harga saham-saham sektor konstruksi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mengembangkan infrastruktur pada tahun ini, kenaikan harga saham PT.Wijaya Karya Tbk (WIKA) paling kecil dibanding tiga BUMN konstruksi lainnya. Padahal WIKA berpeluang meraup lonjakan kontrak baru pada tahun ini. Hal tersebut didukung oleh keterlibatan secara aktif WIKA dalam membidik proyek pembangkit listrik swasta bernilai besar. Nilai proyek besar juga datang dari pengembangan kereta api cepat. PT.Waskita Karya Tbk (WSKT) mencetak kenaikan saham sebesar 9,26 persen dan diikuti kenaikan  harga saham PT PP Tbk (PTPP)  sebesar 2,77 persen. Sementara kenaikan harga saham WIKA hanya 1,15 persen. total kontrak baru WIKA sebenarnya akan melonjak sekitar 60 persen secara year on year (YoY) menjadi Rp 40.5 triliun. Nilai proyek kereta cepat  diharapkan dapat memberi kontribusi  sebesar 42 persen dari target pendapatan dan proyek listrik Jawa 5 dapat menyumbang sekitar 15 persen. Sementara 43 persen lainnya diperkirakan  akan berasal dari proyek pemerintah, seperti pembangkit listrik, jalan tol, jembatan,dan proyek konstruksi lainnya. 
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berencana menerbitkan saham baru melalui penawaran saham terbatas atau rights issue senilai Rp2 triliun pada semester II 2016, dan hasilnya akan digunakan untuk membiayai proyek maupun ekspansi bisnis ke luar negeri. Saat ini komposisi kepemilikan saham WIKA yaitu pemerintah sebanyak 65,05% atau sebanyak 4 miliar lembar saham, masyarakat 34,95% atau sekitar 2,14 miliar saham, dan selebihnya pemegang saham minoritas. Pada tahun 2016, WIKA mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp6,98 triliun, untuk membiayai membiayai investasi pembangunan proyek-proyek di dalam dan luar negeri. Hingga April 2016 sederet proyek yang sudah diperoleh WIKA meliputi pembangunan hotel, perkantoran dan convention hall Grup Puncak, Surabaya, pabrik minyak goreng KEK Sei-Mangke, pengembangan simpang susun Semanggi, jaringan gas Prabumulih. Selanjutnya SPBG Bekasi, pembangunan pembangkit listrik minihidro di Papua, tol Manado-Bitung, produksi box Girder jalan layang kereta api Medan-Kualanamu, Sudirman Hill, Transmart Tegal, elevated road Maros-Bone, dan tol Bawen-Solo seksi 2. Selain itu WIKA juga ekspansi mengembangkan bisnis di luar negeri menggarap proyek pembangunan infrastruktur di Arab Saudi, Myamnar, Timor Leste, Aljazair, Malaysia, Arab dan Manila.
PT Wijaya Karya Tbk, akan menebar dividen tunai 20% dari laba bersih periode 2017. Hal tersebut diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Wijaya Karya, Selasa (24/3). Emiten berkode saham WIKA itu akan menebar dividen tunai total Rp240,41 miliar atau Rp26,8 per saham. Dengan demikian, WIKA menurunkan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut catatan Bisnis.com, DPR perseroan pada dalam tiga tahun sebelumnya yakni 20% pada 2014, 20% pada 2015, dan 30% pada 2016. Sebagai catatan, WIKA mengamankan pertumbuhan laba bersih dan arus kas dari aktivitas operasional periode 2017 seiring dengan pertumbuhan penjualan yang dihasilkan pada tahun lalu. Penjualan emiten berkode saham WIKA itu tercatat senilai Rp26,18 triliun. Hasil itu tumbuh 67,17% dari periode sebelumnya Rp15,67 triliun. Kontribusi penjualan terbesar berasal dari sektor infrastruktur dan bangunan gedung dengan persentase 62,25% pada 2017. Secara rinci, kontribusi penjualan sektor lainnya tahun lalu yakni industri penunjang infrastruktur 17,92%, energi dan industrial plant 14,41%, serta realti dan properti 5,41%. Dengan demikian, WIKA mengantongi laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp1,20 triliun. Jumlah tersebut naik dari periode sebelumnya Rp1,05 triliun. Di sisi lain, arus kas dari aktivitas operasi perseroan positif pada 2017. Tercatat, arus kas WIKA senilai Rp1,87 triliun per 31 Desember 2017.
Kesimpulan
PT.Wijaya Karya yang sudah berdiri selama lebih dari 40 tahun merupakan suatukesuksesan yang mencerminkan komitmen tinggi dan usaha kerjakeras. Memasuki abad ke 21, WIKA berusaha keras meningkatkan kinerja di setiap aspek, dimulai dari manjemen, sumber daya manusia yang tersusun guna menghasilkan inovasi dan teknologi. Seiring dengan tantangan yang dihadapi oleh WIKA yang semakin luas, maka WIKA memiliki visi baru yaitu VISI 2020 untuk menjadi salah satu perusahaan terbaik di bidang Engineering Procurement dan Construction (EPC) dan Investasi terintegrasi di Asia Tenggara. Oleh karena itu, WIKA memegang teguh motto “Spirit of Innovation” dan mengoptimalkan nilai-nilai perusahaan yang berdasarkan pada komitmen, inovasi, keseimbangan, hasil terbaik, hubungan yang baik, kerjasama, dan integritas.

Komentar